Tips & Trik

TIPS memotret dengan iPhone dan Instagram

instagram/dwitagama

Ada suka memotret, biasa gunakan kamera DSLR? saat traveling kita sering harus direpotkan membawa body kamera plus beberapa unit lensa … setelah hunting kita harus memilih, mengedit dan publis foto-foto kita di web atau blog.

Dengan hanya gunakan benda yang ringan sekaligus berfungsi sebagai alat komunikasi telepon, SMS, email, browser, dan lainnya … iPhone dilengkapi kamera dan aplikasi Instagram, kita merasa sudah photografer profesional … dengan fitur-fitur yang mudah digunakan kita dapat memfilter atau mengedit hasil foto kita, menggunggah dan dinikmati penggemar foto sedunia secara ontime dari lokasi kita memotret.

Beberapa tips yang mungkin bermanfaat buat anda:

1. Periksa iPhone anda, usahakan batere terisi penuh, siapkan batera cadangan jika ada, atau kabel USB dan charger.

2. Rencanakan tempat dan waktu yang tepat untuk memotret, sekitar subuh dan magrib adalah waktu yang bagus untuk memotret karena cahaya yang tak berlebih, menimbulkan efek foto yang sering tak terduga … demikian pula saat anda memotret bayangan di air.

istagram/dwitagama

3. Puaskan dulu memotret, agar tak kehilangan momen, karena kejadian sering datang mendadak dan berlalu cepat dalam hitungan detik. Saat anda mengedit, mengupload foto … momen atau foto yang dahsyat bisa saja berlalu dari bidikan anda. Kecuali anda akan kabarkan kepada relasi bahwa anda sedang berada di suatu lokasi, anda bisa langsung mengupload foto anda.

4. Edit foto-foto anda untuk memberikan efek sesuai selera anda, banyak aplikasi/software yang bisa digunakan seperti pada Instagram, Photoshop, HDR, Camera+, atau lainnya. Setelah itu upload foto-foto anda untuk bisa dinikmati relasi anda.

5. Sharring foto-foto anda agar bisa dinikmati lebih banyak orang di dunia dengan Facebook, twitter, foursquare, flickr dan lainnya.

6. Untuk mengasah skill anda, follow foto-foto di instagram, follow yang sesuai dengan selera anda, … beri komentar atau “like” … lihat foto-foto yang sedang populer di instagram, amati teman yang banyak followernya … teruslah bereksplorasi.

Nikmati foto-foto saya di Instagram disana.
Anda punya tips lain?

TIPS Memotret untuk Pemula

Apa yang perlu dilakukan untuk mengasah kemampuan fotografi? Bart Pagoda di Flickr Blog mengatakan, bagi mereka yang baru saja memiliki kamera, ambil foto SEBANYAK-BANYAKNYA. Tak peduli apa saja yang ada di depan Anda, potretlah. Set kamera di mode auto, dan mulailah keluyuran ke sana ke mari. Kita ada di era digital. Storage bukanlah masalah, demikian pula biaya untuk cuci dan cetak film.

Apa tujuannya? Pertama adalah untuk mengenal karakter kamera Anda. Setiap kamera memiliki karakter yang berbeda bahkan untuk jenis yang sama.

Kedua adalah untuk melatih teknik komposisi. Apa itu komposisi? Begini, pada dasarnya memotret tidak ada bedanya dengan melukis. Bedanya, memotret adalah melukis dengan cahaya. Merekam apa yang ada di hadapan kita untuk disimpan dalam frame kamera. Komposisi adalah bagaimana kita meletakkan setiap objek-objek yang ada di depan kita dalam kotak frame foto. Dimana letak orang sebaiknya? Dimana letak bunga? Seperti itulah…

Komposisi tentu saja terserah Anda. Fotografi adalah seni, bukan matematika. Memang ada sih teknik komposisi klasik yang selalu diajarkan kelas-kelas fotografi. Teknik klasik itu bernama the rule of the third. Prinsipnya adalah membagi area foto menjadi tiga bagian. Foreground adalah daerah bagian depan, Point of Interest (POI)adalah objek yang menjadi titik cerita, dan Background adalah daerah yang ada di bagian belakang POI. The rule of the third juga membagi kotak frame menjadi tiga bagian. Kiri, tengah, dan kanan. Atas, tengah, dan kanan. Nah, kunci sakti dari teori ini adalah: tempatkanlah POI pada garis perpotongan tiga bagian itu. Kapan-kapan saya akan menjelaskan lebih detail teknik komposisi ini. Tapi pada dasarnya, komposisi adalah bebas sesuka hati fotografer.

Bagaimana dengan settingan kamera? Berapa setting untuk landscape, portrait, night view, atau sunrise? Saya bisa jawab, tidak ada settingan baku, semuanya tergantung kondisi di lapangan waktu kita memotret. Jangan dipusingkan oleh kombinasiAppertureShutter Speed, dan ISO. Sudahlah, set dulu di Auto. Jepret sebanyak-banyaknya.

Eksplorasi Objek, Sudut yang Berbeda

Kalau Anda sudah cukup mengenal kamera Anda, saatnya melangkah ke step selanjutnya. Eksplorasi Objek. Set kamera di mode manual (M), apperture priority(A/Av), atau shutter priority (S/Tv). Saya pernah membaca, untuk melatih pengeksplorasian objek, bisa dilakukan dengan cara memotreti benda-benda yang ada di kamar Anda. Syaratnya, tiap hari benda yang sama itu harus berbeda sudut dari kemarin dan begitu seterusnya.

Urusan bagus atau tidak bagus itu urusan personal. Sekali lagi, foto itu bukan matematika. Karena itulah bagi saya foto itu tidak bisa dilombakan mana yang terbaik mana yang terjelek. Tidak. Karena rasa seni itu subjektif. Foto itu urusan hati fotografernya. Kalau ia puas dengan foto yang kata orang jelek, itulah foto yang bagus.

Sumber: Blog Galih Satria

TIPS Gunakan Kamera Digital

Memotret dengan menggunakan kamera analog ataupun digital secara prinsip fotografi tidak berbeda. Bedanya, dengan kamera analog ada penggantian film, sementara kamera digital tidak ada penggantian film tapi dengan sensor digital. Namun kamera digital akhir-akhir ini lebih banyak disukai konsumen karena hasil akhirnya bisa langsung dilihat, dan diulang jika hasil fotonya kurang memuaskan. Bagaimana cara menghasilkan foto yang berkualitas lewat kamera digital?

Simak beberapa tips berikut ini:

A. Atur kamera dengan mode ukuran gambar paling besar. Keuntungan dari mode ini adalah memungkinkan Anda dapat mencetaknya dalam ukuran terbesar tanpa ancaman warna foto pecah. Selain itu Anda juga dapat memotong bagian yang tidak dikehendaki pada foto tersebut. Tidak ada gunanya jika Anda membeli kamera dengan resolusi 5, 6, atau 8 megapiksel, tapi Anda tetap memasang mode ukuran gambar standar, dan bukan maksimum.

B. Gunakan pengaturan kualitas dengan level maksimal.

Banyak gambar hasil kamera digital memakai format JPEG. JPEG menghasilkan gambar yang buruk jika dikompresi berlebihan. Agar gambar Anda tampak seperti aslinya, gunakan pengaturan kualitas dengan level maksimal.

C. Pakai tipe gambar JPEG. JPEG, meskipun bersifat lossy (kurang jelas), bisa jadi merupakan pilihan terbaik. Pasalnya, ketika Anda mengambil gambar dengan format JPEG, keuntungan yang diperoleh juga berlipat karena Anda bisa mengolahnya lagi dengan Adobe Photoshop.

Kamera SLR biasanya memberikan pilihan apakah Anda ingin menggunakan format JPEG, TIF atau Raw. TIF biasa digunakan untuk reproduksi grafis yang berbau seni, misalnya pada majalah dan koran. Sementara Raw, menyimpan apa adanya tanpa pemrosesan gambar lebih lanjut. Dibanding dengan TIF dan Raw, format JPEG lebih mudah dikelola dengan Photoshop. Kedua format tersebut (TIF dan Raw-red) hanya akan menambah pekerjaan Anda sewaktu akan diproses pada Photoshop.

D. Camkan bahwa Whitte Balance itu penting.

Untuk kebanyakan pengambilan gambar, dianjurkan agar dimulai dengan mode Auto white balance. Fungsinya agar kamera Anda bisa membaca pewarnaan dari cahaya yang ada disekitarnya dan secara otomatis mengatur dirinya sendiri untuk mengoptimalkan white balance. Mode Daylight cocok untuk hari terang, sementara jika hari berawan, dianjurkan agar Anda memakai mode Cloudy. Untuk mengevaluasi pewarnaan dan pencahayaan, jangan lupa mengetesnya dengan mengambil satu atau dua gambar.

E. Jangan lupa mengatur “Low ISO Number” atau “Use Auto ISO”. Hasil gambar akan lebih jernih jika Anda menggunakan ISO rendah, namun sensitivitas kamera dalam menangkap cahaya menjadi lebih rendah. Sementara jika memakai ISO terlalu tinggi, seperti dilansir Dale laboratories, hanya akan menimbulkan noise pada gambar.

F. Optimalkan penggunaan Histogram. Dengan menggunakan histogram Anda dapat melihat seberapa optimal sensitivitas sensor kamera dalam menangkap gambar.

G. Hindari menggunakan zoom secara digital. Sebaiknya jangan menggunakan zoom secara digital karena hanya akan membuat kinerja chip yang mengatur tingkat resolusi (piksel) pada kamera menjadi boros. Coba gunakan zoom dari lensa saja, agar bisa menghemat penggunaan chip. Selain itu hasil bidikan, jika menggunakan zoom secara digital, tidak sebagus jika menggunakan zoom lensa.

H. Belilah kartu Memori berkualitas profesional. Kecepatan rekam pengambilan gambar dengan memakai memori yang berkualitas tinggi dapat mengimbangi teknologi kamera Anda. Misalnya dengan kartu memori berkecepatan 40x, dapat merekam 3 dari 10 jepretan berturut-turut dalam 1 detik. Sementara dengan memori 4x, Anda hanya bisa merekam 1 gambar dalam 3 detik. Keuntungannya, dengan memori berkualitas tinggi Anda tidak perlu mengkhawatirkan terjadinya pergeseran warna dalam foto.

I. Backup hasil foto dalam CD atau DVD. Menyiapkan payung sebelum hujan adalah lebih baik. Pastikan backupseluruh kreasi foto-foto Anda dalam CD atau DVD, sebagai antisipasi jika hard drive Anda rusak.

Sumber: detik.com

TIPS Memotret Saat Jalan-Jalan

Dengan munculnya kamera digital, sekarang ini orang jadi lebih mudah mengambil gambar atau foto. Namun masih ada sejumlah tips yang perlu diketahui agar jepretan Anda hasilnya jadi yang oke punya.

TORAJA 2008

TORAJA 2008

A. Ketika merekam gambar melalui kaca atau ada sebuah jendela di belakang obyek, pilihlah sudut yang tepat untuk hasil gambar yang prima, bukannya bayangan yang kabur.

B. Bingkai gambar Anda untuk memperoleh penampilan yang cantik. Jika memungkinkan, saat ambil gambar berdirilah dekat dahan pohon yang kemudian muncul di sudut foto Anda. Potretlah melalui suatu gerbang lengkung dan biarkan sebagian gerbang muncul sebagai bingkai. Intinya, apapun yang tampak bagus, gunakanlah.

C. Jika langit sedang begitu indah, ambillah gambar dari bawah dan potretlah obyek Anda (tidak harus manusia) dengan latar belakang langit tersebut.

D. Ketika sedang mendung dan berawan tebal, jangan biarkan langit menjadi bagian dari foto Anda. Hindari langit seperti menghindari kesulitan. Namun ambilah gambar ketika langit gelap dan hujan, Anda akan heran betapa menakjubkan hasilnya.

E. Bayangan gedung di dalam air akan membentuk gambaran yang menarik.

F. Untuk membuat tampilan gambar lebih hidup, cobalah memasukkan warna merah atau kuning di dekat obyek. Jika perlu, bawa saja syal merah atau kuning untuk membungkus bahu seseorang di dekat obyek.

G. Potretlah gedung dari pojok sehingga tampilan dua sisi akan muncul dan membentuk komposisi yang lebih baik dibanding difoto dari depan.

H. Ketika memotret manusia, mendekatlah untuk mendapatkan gambar close up, kecuali bila Anda berfokus pada latarbelakangnya. Banyak kali pengambilan foto dimana orang yang akan difoto berjarak 15-20 kaki jauhnya. Dari jarak seperti itu gambar yang dihasilkan akan kabur.

I. Jangan menempatkan obyek Anda pas di tengah. Coba agak sedikit dipinggirkan dari titik tengah sehingga hasil akhirnya akan lebih menarik -baik ketika Anda memotret manusia, binatang atau apapun. Untuk foto close up manusia dan foto pemandangan tentu teori ini tidak berlaku.

J. Jauhkan kamera dan rol film Anda dari panas mentari, Bungkuslah dengan kain putih yang akan memantulkan cahaya jika tidak bisa menghindari matahari. Jauhkan juga dari mobil atau bis yang panas. Sebaiknya bawa saja kamera selalu bersama Anda daripada ditinggalkan dalam kendaraan yang panas dan menjadi rusak. Hal ini juga berlaku pada rol film yang telah dibuka.

K. Untuk membangkitkan kenangan, baik juga memotret bagian hotel yang Anda tinggali, juga interior ruangan hotel, bila menarik. Sering orang hanya berkonsentrasi pada tempat-tempat wisata yang sering dikunjungi turis ketika tamasya, walaupun sesungguhnya hal yang biasa-biasa saja seperti hotel, restoran, bandara, toko dan sebagainya akan lebih menarik bila dilihat kemudian hari.

L. Jika Anda dapat melambatkan tingkat kecepatan kamera Anda, air terjun akan tampak lebih menakjubkan dengan menggunakan kecepatan yang lambat. Bereksperimenlah karena ada beberapa obyek yang lebih bagus diambil dengan tingkat kecepatan yang lambat.

M. Catatkan barang-barang berharga Anda di airport sebelum meninggalkan kota atau negara asal.

surabaya

surabaya

N. Jika memotret sambil jalan-jalan sangat penting untuk selalu membawa kamera cadangan, sekedar berjaga-jaga bila kamera utama tidak bisa digunakan.

O. Jika membawa videocam ke negara lain, Anda bisa menggunakan steker razor elektrik yang ada di kamar mandi untuk mengisi baterainya. Steker ini biasanya tidak memerlukan adaptor dan lebih cocok daripada mencari-cari steker lain di kamar.

P. Jika Anda masih menggunakan kamera dengan film, keluarkan rol film dari kotaknya, masukan dalam sebuah plastik lalu masukan ke tas yang selalu Anda bawa sehingga bisa dicek tangan di bandara karena beberapa kali terpapar x-ray dapat merusak film Anda. Pokoknya jangan pernah melewati gerbang x-ray bandara sambil membawa rol film.

Bawa rol film yang banyak. Di tempat lain bisa jadi harganya lebih mahal daripada di kota Anda. Bila ada film  yang sisa selalu dapat disimpan dalam freezer ketika Anda sudah tiba kembali di rumah. Dengan cara penyimpanan seperti itu film bisa tahan sampai satu atau dua tahun lho! Tapi jangan lupa, saat dipindahkan dari freezer, jangan langsung dibuka, biarkan sampai sekitar satu jam hingga film mencapai suhu ruang.

Sumber: Kompas

TIPS memotret menggunakan kamera HandPhone

Anda tentu pernah menggunakan atau tahu mengenai kamera digital Handphone. Selain digunakan sebagai alat komunikasi ada juga Handphone yang menyediakan fasilitas kamera digital sebagai alat untuk mengambil gambar ( memotret ) dimanapun kita berada. Tapi tahukah anda apakah setelah memotret hasil yang didapat sebagus yang kita inginkan? Memang tidak gampang untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Setiap merk dan type mempunyai kemampuan yang berbeda mengenai fasilitas kamera digitalnya.

Berikut 10 tips memotret menggunakan kamera HandPhone secara maksimal.

A. Mencari lokasi yang ada cahaya cukup.

Cahaya sangat penting untuk hasil photo,usahakan di tempat yang terang

B. Lebih dekat dengan obyek.

Karena Kamera HP tidak mempunyai zoom lensa optik,maka lebih baik mendekati obyek.

C. Jangan menantang cahaya matahari.

Obyek akan terlihat gelap jika menantang matahari,usahakan pada posisi yang pas.

D. Latar Belakang obyek jangan terlalu ramai.

Apabila latar belakang ramai,maka obyek utamanya akan rancu,kecuali jika anda menginginkan menunjukkan keramaiaa tersebut.

E. Selalu mencoba dari berbagai posisi/angel.

Dapatkan posisi obyek yang pas dengan cahaya datang proporsional

F. Tenang/tidak goyang saat memotret.

Ada baikknya Setelah anda tekan tombol,tahan dulu sekitar 2-5 detik.

G. Hindari menggunakan digital zoom.

Agar kualitas bagus,gambar tidak pecah

H. Gunakan resolusi paling tiggi.

Selalu gunakan resolusi paling tinggi untuk mendapatkan kualitas yang maksimal

I. Gunakan fasilitas kamera.

Tiap kamera HP mempunyai fasilitas yang beda, tapi lebih baik manfaatkan semaksimal mungkin yang ada, misal, mode malam,mode siang.

J. Cetak photo sesuai batas ukuran.

Jika anda ingin mencetak, usahakan jangan mencetak melebihi batas kualitas cetak. Misalkan kamera dengan kamera 1.3 MP maksimal cetak ukuran 3R,3 MP maksimal cetak 10R,dll

Sumber: http://www.tipsntrick.net/

MASJID RAYA TERNATE MALUKU UTARA

MASJID RAYA TERNATE MALUKU UTARA


TIPS Memotret Anak Kecil

A. Yg paling natural dalam hal foto anak kecil dri sisi portraiture (potret) adalah sudut pengambilan foto dimana kita sebaiknya berdiri sejajar / sama tinggi dgn anak itu. Sebabnya ialah efek lensa. Bila anda berdiri lebih tinggi, akan membuat wajah anak terutama dahinya lebih besar dan menonjol daripada ukuran sebenarnya. Lagipula postur anak dapat terkesan lebih pendek dri semestinya. Dalam pengambilan foto setengah badan, maka anak itu akan tampak seperti tidak berleher.

DAFFA

DAFFA

B. Usahakan utk penuhi viewfinder kamera dgn profil anak itu, misalnya wajah atau seluruh badan.

C. Hindari adanya objek dilatar belakang anak seperti tiang listrik/tiang lampu yg akan membuat se-olah2 tiang2 tsb tumbuh dri belakang kepala sang anak.

D. Bila latar belakang atau background (BG) sangat luas, baliklah kamera anda ke posisi vertikal. Ini akan mengurangi efek pemandangan latar belakang yg luas, dan lebih memfokuskan foto ke anak itu saja.

E. Usahakan sedapat mungkin, mengambil foto anak dilakukan dalam lingkungannya sendiri, misalnya dikelilingi oleh perangkat mainannya, dikamar tidur yg tertata sebagai kamar tidur anak2 yg penuh dgn segala pernak-pernik dan mainan yang digemari ataupun disukai anak tsb.

F. Sedapatnya buatlah agar sang anak merasa nyaman/relax dan tidak bersikap tegang atau kaku.

Jangan anda menyuruhnya duduk manis di pinggiran sofa. Atau berdiri degan sikap tegap. Ini hanya akan membuat anak tampak tegang, apalagi kalau ia merasa tak nyaman atau tak senang saat kita memaksakan kehendak kita.

G. Seringkali mengambil foto anak dgn segala ulahnya yg terbaik adalah bila sang anak tidak sadar akan difoto.

Dalam hal ini ekspresi wajah sang anak yg penuh keceriaan akan terekam secara alami (natural). Dalam hal ini anda bisa membuat diri anda “invisible” (tidak tampak), dan pengambilan foto sebaiknya dilakukan dari jarak jauh dengan lensa panjang/tele.

Kamera2 digital consumer/prosumer yg dilengkapi dgn lensa zoom panjang sampai 10x atau 12x memungkinkan pengambilan foto cara ini. Untuk kamera DSLR, banyak pilihan lensa zoom dari ukuran menengah sampai tele bisa digunakan.

H. Bila hendak memfoto anak secara formil, dgn pakaian rapi seperti pada hari Lebaran atau Natal, pakaikanlah peci, topi, atau biarkan ia membawa mainan kesukaan, utk anak lelaki. Sedangkan selendang atau sekeranjang bunga atau boneka kesayangan dapat diberikan utk anak perempuan. Anda dapat membuat banyak komposisi foto yg menarik melihat dari ber-macam2 sikap sang anak bila sang anak merasa senang, gembira atau santai.

Jangan memaksakan sang anak harus tersenyum karena itu akan membuatnya bersikap tegang. Bila sang anak merasa relax, ambillah beberapa foto saat ekspresi/mimik wajah, pose atau gaya mereka sedang ber-beda2.

Pasti ada beberapa dri sekian banyak foto yg anda ambil yg akan menampilkan ekspresi dan komposisi yg menyenangkan utk disimpan sebagai koleksi keluarga.

I. Ada dua pola action foto anak. Pertama, mengambil foto action seperti pada saat anak sedang berlari-lari atau mengejar bola, anda bisa gunakan kecepatan rana tinggi (high shutter speed) utk membekukan (freeze frame) gerakan sang anak se-olah ia terdiam (suspended).

Cara kedua anda bisa mengikuti gerakan arah berlarinya anak dgn kamera, istilah fotografinya ialah – panning. Ini adalah cara memfoto gerakan anak sambil memperkirakan atau membayangkan dimana posisi ia selanjutnya pada saat berlari. Titik fokus kamera difokuskan pada titik yg anda telah perkirakan/bayangkan dimana selanjutnya anak itu akan berada.

Ikutilah gerakan anak yg berlari dgn kamera agak sedikit kedepan dri posisi anak itu. Bila sdh mendekati titk perkiraan anda tadi, tekanlah tombol shutter kamera sambil terus mengikuti gerak lari anak selama beberapa detik.

Bilamana anda sdh cukup terlatih, hasilnya adalah sebuah foto yg menampilkan sang anak dgn tajam tapi sedang – in motion – dg latar belakang yg kabur dgn garis2 (streaks) yg menunjukkan adanya pergerakan. Layaknya action foto.


J. Lain halnya bila hendak memfoto sekelompok anak2 yg sedang bermain-main di atas lantai, pada tumpukan pasir, di pantai, maupun di taman. Postur anda dapat sepenuhnya berdiri, atau berada lebih tinggi utk dapat meliput juga seluruh areal bermainnya.

Harus di ingat, seorang anak memiliki ber-macam2 pose/gaya serta mimik ekspresi wajah yg selalu berubah-ubah setiap saat, dan tidak pernah ada mimiknya yg sama.

Jadi, kitalah yg harus selalu siap2 (alert), agar tak kehilangan momen yg jarang terulang kembali].

Dalam hal ini keuntungan dalam memakai kamera digital adalah anda dapat melakukan pengambilan foto se-banyak2nya alias jangan cuman satu-satu karena takut kehabisan memori. Sebagai fotografer, kitalah yang mencari posisi, bukan sang anak yang mencari posisi atau diletakkan pada posisi.

Dari sekian banyak pengambilan foto seorang anak, yg berkesan bagi anda, disimpan utk koleksi dan kenangan. Selebihnya yg kurang disenangi, bisa anda hapus dari memori card.

Sebisanya, hindarilah penggunan flash dalam memotret anak kecil agar terkesan lebih alami. (Gosh, I hate flash)

Sumber: Kamera-Digital.com

11 thoughts on “Tips & Trik

  1. Padly says:

    Makasih infonya Pak! Ternyata aku salah, aku kira ISO tinggi itu bisa menghasilkan gambar yang bagus, ternyata tidak. Sekali lagi makasih Pak untuk pelajarannya.

    BTW… Photo-photonya cantik!

  2. firman says:

    wah mantap info nya…
    mau tanya kalo msalah editing foto bagi formula yg baik dan ga rumit itu biasa di gunakan pake program apa???
    kasih saran pak,saya juga minta saran nya hasil jepretan
    di (ahmadnurfirmansyah/blogdetik.com)
    terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s