Pagoda di Taman Alam Lumbini Karo Sumatera Utara

tal 7

PINTU GERBANG

Objek wisata Taman Alam Lumbini di Desa Tongkoh, Kecamatan Dolatrayat, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, kian ramai dikunjungi wisatawan, terutama saat musim libur.

Di sana pengunjung antara lain dapat menyaksikan kemegahan bangunan pagoda emas yang merupakan replika dari Pagoda Shwedagon Myanmar.

“Biasanya setiap hari libur, pengunjung selalu memadati replika Pagoda tertinggi di Indonesia yang berjarak sekitar 55 kilometer dari kota Medan tersebut,” kata Jhoni, Staf Pengelola Taman Alam Lumbini di Tongkoh, Selasa.

Menurut dia, sejak resmi dibuka untuk umum pada Oktober 2010, cukup banyak wisatawan lokal yang berkunjung ke taman seluas tiga hektar itu, guna melihat secara langsung bangunan replika Pagoda Shwedagon yang merupakan replika tertinggi kedua di antara replika sejenis yang berada di Birma.

Dikatakannya, banyak wisatawan non-Buddhis yang berasal dari berbagai daerah datang ke lokasi yang berjarak sekitar delapan kilometer dari kota Brastagi tersebut, untuk sekedar berfoto, sedangkan penganut Buddha memanfaatkan waktunya sekalian untuk melakukan sembahyang.

Objek wisata tersebut, kata dia, menjadi tempat favorit para photographer, karena keindahan arsitektur Pagoda, memberikan nuansa tersendiri, seolah-olah sedang berada di luar negeri.

Bahkan, kata dia, replika dimaksud pernah dicatatkan hingga mendapat rekor MURI untuk kategori stupa tertinggi di Indonesia, serta termasuk sebagai replika tertinggi nomor dua di Asia Tenggara.

Dalam Pagoda tersebut terdapat empat rupang Buddha berukuran sedang pada bagian tengah yang menghadap ke empat sisi ruangan, dan pada bagian tengahnya dijadikan sebagai arena bagi pengunjung yang hendak bersembahyang.

Sumber: antaranews.com
Foto: Dedi Dwitagama

Pemakaman Kete Kesu Tana Toraja

PETI MATI BERBENTUK BABI by @dwitagama Juni 2008

PETI MATI BERBENTUK BABI by @dwitagama Juni 2008

ISI PETI by @dwitagama, Juni 2008

ISI PETI by @dwitagama, Juni 2008

KENAPA DIBERI ROKOK? by @dwitagama, Juni 2008

KENAPA DIBERI ROKOK? by @dwitagama, Juni 2008

Salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi jika berkunjung ke Toraja, Sulawesi Selatan adalah perkampungan Kete’kesu. Kata kete’kesu berarti “pusat kegiatan”. Daya tarik utama dari kete’kesu adalah rumah khas penduduk Toraja yang masih terjaga keasliannya. Namun yang tak kalah menarik dari Kete’kesu adalah keberadaan kuburan keluarga penduduk setempat. Penduduk Toraja memiliki adat budaya yang cukup unik dalam hal makam keluarga. Mereka sengaja meletakkan jasad seluruh anggota keluarga mereka dalam satu Erong. Erong adalah peti mati orang Toraja jaman dulu. Erong terbuat dari kayu dengan corak berbentuk hewan. Dikarenakan umur kuburan yang sudah sangat tua, banyak tumpukan erong ‘peti mati’ yang melapuk sehingga nampak tulang- belulang berserakan di alam terbuka. Salah satunya yang saya dokumentasikan dalam foto ini. Tulang-belulang dalam foto ini merupakan tulang- belulang yang berasal dari satu keluarga utuh. Mereka dikumpulkan dalam satu erong ‘peti mati’. Sungguh kebudayaan yang menarik untuk kita ketahui. Sumber: fotokita.net

Kerbau & Rumah adat Toraja di Kete Kesu

by @dwitagama Juni 2008

by @dwitagama Juni 2008

Di daerah lain, kerbau mungkin hanya hewan ternak biasa. Namun, di Toraja, Sulawesi Selatan, kerbau punya posisi penting.

Kerbau merupakan lambang kemakmuran di suku Toraja. Tak heran, harga hewan ini bisa melejit hingga ratusan juta rupiah. Seperti yang diperdagangkan di Pasar Bolu, Rantepao, Toraja Utara. Pasar Bolu atau pasar hewan merupakan pusat penjualan kerbau di Toraja yang harganya mulai dari Rp5 juta hingga ratusan juta per ekor.

Suku Toraja kerap menggunakan kerbau dalam upacara adat mereka. Jumlah kerbau yang dikorbankan menjadi salah satu tolak ukur kekayaan keluarga yang menyelenggarakan adat.

Sebagai simbol kemakmuran, tanduk-tanduk kerbau yang sudah dikorbankan kemudian dipasang berjejer di depan rumah tradisional Toraja yang disebut tongkonan. Sumber: vivanews.com

by @dwitagama Juni 2008

by @dwitagama Juni 2008

Jeep & Rumah Adat Toraja di Kete Kesu

by @dwitagama, Juni 2008

by @dwitagama, Juni 2008

Kete Kesu merupakan satu dari sekian banyak lokasi wisata di Kabupaten Toraja Utara yang cukup menarik minat turis manca negara maupun domestik. Setiap wisatawan yang ke Toraja, akan menyempatkan diri berkunjung ke objek wisata yang masih menyimpan panorama kepurbakalaan berupa kuburan batu yang diperkirakan berusia sekitar 500 tahun bahkan lebih tua lagi.