Braga merana

berganti

berganti

Jalan Braga mungkin nama jalan paling terkenal di Kota Bandung, Jawa Barat. Pada awal tahun 1900-an, Jalan Braga masih berupa jalan tanah dengan pepohonan dan rumah gaya Hindia Timur. Beberapa dasawarsa kemudian atau pada pertengahan tahun 1930-an, Jalan Braga telah berkembang pesat dan berubah menjadi kompleks pertokoan Eropa terkemuka di Hindia Belanda. Di kawasan tersebut terdapat hotel, restoran, dan beragam toko yang menyediakan segala kebutuhan.

 
Melintasi Jalan Braga pada masa kini seolah menjadi bagian dari sejarah masa lalu. Jejak kejayaan Braga pada waktu lampau masih terlihat dari bangunan-bangunan tua bergaya Art-deco yang megah dan masih berdiri kokoh di sisi jalan. Jika ada bagian yang hilang dari Jalan Braga, itu adalah kemeriahan. Sejak warga Indo-Belanda dan Belanda, pemilik toko di Jalan Braga, meninggalkan Braga pada tahun 1957, Jalan Braga berangsur-angsur menjadi sepi. Perkembangan Kota Bandung membuat keramaian kota terbagi. Banyaknya kompleks pertokoan baru membuat Braga kian tergeser. Bahkan, sejak 2005, sebanyak 45 persen pemilik usaha di sekitar Braga menutup usahanya.

bersiap

bersiap


art?

art?


Meskipun memiliki pesona di kala malam, Jalan Braga tidak menjadi tempat favorit untuk singgah. Penumpang mobil yang kebanyakan berpelat nomor Jakarta hanya membuka separuh kaca mobil untuk melihat-lihat bangunan tua dan suasana saat melaju melintasi Jalan Braga. Sedikit sekali dari mereka yang kemudian memarkir mobil dan membaur dengan warga menikmati suasana Jalan Braga. Modernisasi kian mengikis sejarah kota. Para turis lokal kebanyakan lebih memilih singgah di bagian lain kota Bandung yang menawarkan sesuatu yang lebih menarik, semisal wisata belanja, seperti di deretan factory outlet di kawasan Dago. (Yuniadhi Agung- Kompas, 19 April 2009)
ujung braga

ujung braga


siapkan dagangan

siapkan dagangan

Kamis pagi 16 April 2009, anak sekolah menyebrang di ujung jalan, tukang parkir mulai menata lokasi dalam pengawasannya, penjual lukisan baru saja menata lukisan yang dijajakan, toko-toko belum buka, tukang koran menyatukan lembaran media yang terpisah.

menghitung hari

menghitung hari

One thought on “Braga merana

  1. zilhimmiyati says:

    demikianlah zaman yang selalu berkembang bisa jadi menyenangkan dan sebaliknya, tapi allah swt memberikan kita kekuatan lahir dan bathin membuat yang tidak menyenangkan jadi membahagiakan, seperti bpk bilang kita selalu lihat dari sisi positip.

    alooooo bu zhil, senang sekali ibu berkunjung dan berkomentar … salam buat semua di smk 3 jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s