Tahanan Pangeran Diponegoro di Fort Rotterdam Makkasar

kuda dan keris

khas: kuda dan keris

25 juni 2008

25 juni 2008

pintu thanan

pintu thanan

ruang tahanan itu

ruang tahanan itu

Fort Rotterdam atau Benteng Ujung Pandang (JUM PANDANG) adalah sebuah benteng peninggalan Kerajaan Gowa-Tallo. letak benteng ini berada di pinggir pantai sebelah barat Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh Raja Gowa Ke9 yang bernama I manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tumapa’risi’ kallonna. awalnya benteng ini berbahan dasar tanah liat, namun pada masa pemerintahan Raja Gowa ke14 Sultan Alauddin konstruksi Benteng ini diganti menjadi Batu Padas yang bersumber dari pegunungan Karst yang ada Di daerah Maros. Benteng Ujung Pandang ini berbentuk seperti seekor Penyu yang hendak merangkak turun ke lautan. dari segi Bentuknya sangat jelas filosofi Kerajaan Gowa, bahwa Penyu dapat hidup di darat maupun dilaut, Begitupun dengan kerajaan Gowa yang Berjaya di daratan maupun dilautan.

Nama Asli Benteng ini adalah BENTENG UJUNG PANDANG,biasa juga Orang Gowa-Makassar menyebut Benteng ini dengan sebutan Benteng Panyyua yang merupakan markas pasukan katak Kerajaan Gowa, namun pada saat Kerajaan Gowa-Tallo menandatangani perjanjian Bungayya yang dimana pada salah satu pasal perjanjian itu mewajibkan Kerajaan Gowa Untuk Menyerahkan Benteng ini kepada Belanda. dan pada saat Belanda Menempati Benteng ini, nama BENTENG UJUNG PANDANG diubah menjadi Benteng Fort Rotterdam. Cornelis Speelman sengaja memilih nama fort rotterdam untuk mengenang daerah kelahirannya di Belanda.Benteng ini kemudian digunakan oleh Belanda sebagai pusat penampungan rempah-rempah di Indonesia bagian timur.

saat ini di Kompleks benteng Ujung Pandang terdapat Museum La Galigo yang didalamnya terdapat banyak referensi mengenai sejarah kebesaran Makassar (Gowa-Tallo) dan daerah-daerah lainnya yang ada di Sulawesi Selatan. Sebagian besar gedung benteng ini masih utuh dan menjadi salah satu objek wisata di Kota Makassar.

Sumber: Wikipedia

Mesjid Al Markaz Al Islami Jenderal M. Yusuf Makkasar

tinggi

tinggi

tampak depan

tampak depan

siluet

siluet

foto-foto 25 juni 2008

foto-foto 25 juni 2008

Bila Anda sempat berkunjung ke daerah yang dijuluki “Kota Angin Mamiri”, agaknya kurang lengkap jika tidak singgah di Masjid Al-Markaz Al-Islami. Masjid yang menjadi pusat kajian pendidikan Islam ini boleh jadi bukan hanya terbesar dan termegah di Sulawesi Selatan, tapi juga di Indonesia.
Continue reading

Menyanyikan Lagu Anti Korupsi

Stop, don’t be like that my friend
Let’s do it in the right thing

Stop..stop..stop jangan begitu
Stop..stop..stop bikin malu anak cucu

Justice Voice dari Jogjakarta

Justice Voice dari Jogjakarta

Itulah bagian dari lirik lagu berjudul ‘Stop’ yang didendangkan di depan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di Monas, Jakarta, Selasa (9/12/2008).

 

Lagu ‘Stop’ karangan Faris JV ini cukup memukau ribuan hadirin yang memenuhi lapangan silang Monas. Iramanya yang rancak, membuat para pengunjung ikut manggut-manggut. Terlebih, liriknya yang menyebut ‘korupsi bikin malu anak cucu’ ini cukup menyindir siapa saja yang terlibat kasus korupsi.

Lagu yang berirama rap tersebut dinyanyikan oleh grup nasyid asal Yogyakarta, Justice Voice. Tepuk tangan pun membahana saat grup nasyid yang Januari 2009 mendatang akan ikut dalam festival nasyid di Qatar ini usai melantunkan suara merdu mereka.

sajikan lagu anti korupsi dengan irama rege

sajikan lagu anti korupsi dengan irama rege

Lagu ‘Stop’ ini merupakan bagian dari sembilan lagu yang tergabung dalam CD bertema Music Agains Corruption yang dirilis atas prakarsa Kejaksaan Agung. ‘Stop’ menjadi andalan dalam CD bersampul putih ini.

 

Beberapa artis yang ikut gabung dalam album ini adalah grup band Marvells, Pongki Jikustik, Justice Voice, dan sebagainya. Tak lupa, Presiden SBY juga menyumbangkan sebuah lagu dalam CD ini.

Setelah “Stop’, grup Marvells melanjutkan suguhan music antikorupsi lain, yang berjudul Rindu Kejujuran. Tak kalah dengan lagu Stop, lagu Marvells juga enak didengar.

grup band asal Lampung

grup band asal Lampung

Di bagian terakhir, semua penyanyi yang sebelumnya menyanyikan lagu masing-masing kembali tampil di pentas untuk menyanyikan secara bersama lagu karangan SBY yang berjudul Bangsa Terhebat. Lagu ini juga mendapat aplaus hadirin. SBY dan Ibu Ani, juga tampak sumringah mendengarkan lagu ini.

 

Teks: Detik.com
Berita lainnya di: Dedi Dwitagama Webblog