Pantai SENGGIGI Lombok

Menikmati pasir, panorama pantai, kehidupan nelayan, desir angin laut, batu bolong, tempat ibadah saudara kita yang beragama hindu, jagung bakar, ikan bakar, berjemur, merenung ditemani desir ombak … nikmati kehidupan malam bercengkrama di resto atau bernyanyi, sambil berjoget

Anak pantai

Ibu menatap laut

Istirahat senja

Ikan bakar

Ikan bakar

12 Agustus 2008

Kue RANGI Betawi

foto by; dedi dwitagama

foto by; dedi dwitagama

foto by; dedi dwitagama

Bagi Anda, terutama bukan penduduk Jakarta, kue rangi mungkin terdengar asing. Bentuknya mirip kue pancong atau bandros, ukurannya saja yang lebih kecil. Rasanya jauh berbeda karena kue rangi dibuat dari bahan yang sederhana. Cuma campuran tepung kanji dan kelapa parut. Setelah dipanggang, kue disajikan dengan larutan gula merah.
Harganya relatif sangat murah. Hanya Rp 100 tiap sekat atau Rp 1.000 tiap lembar yang terdiri dari 12 sekat kue. Tetapi jangan tanya perjuangan untuk mendapatkannya. Beruntung sekali Saya sering menjumpai penjual Kue Rangi yang tinggal di Kampung Jembatan dekat Hero Pondok Bambu.

Sumber: Sedap Sekejap

Continue reading

Ternate, INDAH SEKALI

nlayan-subuh.jpg

Pagi hari

Ternate membawa berbagai kenangan manis … sebuah daerah perawan yang amat sangat indah … semoga Pemda disana bisa merawat dan mempromosikannya … Allah Maha Besar, Maha Pencipta. Disebelah kiri

bawah adalah foto perahu Nelayan mencari ikan saat subuh yang saya jadikan foto header blog ini. Gadis kecil Ternate yang kujumpai di dermaga Minggu pagi tersenyum manis. Danau Tolire dari Udara, Mesjid Raya, Batu Angus, berasal ari letusan Gunung Gamalama. Air Goraka (Jahe, gula merah, kenari), di Restoran Floridas dengan latar belakang Pulau Maitara yang menjadi tema uang kertas Rp. 1000,-. Foto terakhir adalah Tiga bendera di halaman Istana Sultan Ternate. Foto-foto diabadikan akhir tahun 2007.

mesjid-ternate.jpg

Masjid Raya

danau-tolire.jpg

Danau Tolire

gadis-ternate.jpg

Gadis kecil di Pantai

bendera-sultan.jpg

Tiga Bendera di Istana Sultan

air-goraka.jpg

Air Goraka, Kacang Goreng, Pulau Maitara, Tidore

Manusia PAKU, mengais di air HITAM

manusia-paku-1.jpg

Saat Anda berkendara, mungkin pernah jumpa dengan pengendara sepeda yang konvoi, memakai kaus T-Shirt, bercelana pendek, memakai topi, pada boncengan sepeda ada dua bagasi kiri dan kanan yang biasanya terbuat dari plastik bekas. Mereka adalah pencari paku atau logam di banyak kali di Jakarta.

Hitam, bau dan kotornya air kali bukan jadi masalah buat mereka, mungkin karena sulitnya lapangan kerja … butir demi butir paku, tutup botol, sobekan alumunium dan logam lainnya yang hanyut jadi target hari-hari mereka, tanpa sarung tangan dan pelindung kaki yang layak mereka mengais buangan logam penduduk Jakarta. Foto-foto di Kali dekat Komplek Pertamina Pulo Gadung Jakarta Timur 12 Mei 2007.

manusia-paku-2.jpg

Ember palstik dibolongi, magnet berkayu, saringan alatnya

manusia-paku-3.jpg

Sambil bercengkrama, dan terus menggali

manusia-paku-4.jpg

Melepas paku dan logam dari magnet

manusia-paku-5.jpg

Hasil kerja

manusia-paku-6.jpg

Mendapat emas bukan untuk yang pertama

manusia-paku-7.jpg

Basah, dingin … disaat istirahat sebelum makan siang dan lanjutkan kerja